Hujan besar rupanya telah membuat gw jatuh ke dalam sebuah angan dan harapan yang tak berujung. Kenapa sejak memandang mata seorang hawa waktu itu, mata ini, hati ini, pikiran ini selalu tertuju pada sebuah pandangan yang sangat indah. Menyejukkan hati. Menyemangati diri………………………………
15 April 2006, Sabtu
Hujan turun cukup deras di persimpangan angkot antar pedesaan yang memang berjubel disana. Tidak aneh lagi memang karena kota yang gw pijak saat itu yang juga kota tempat gw nyari ilmu adalah kota yang terkenal dengan ‘keganasan’ hujannya. Banyak orang berlarian mencari tempat untuk meneduhkan badan mereka, termasuk gw. Saat itu gw mau pulang ke tempat kelahiran gw. Sebenernya sih gw bisa langsung naek yang namanya kol mini di terminal. Tapi, karena gw seorang pengangguran yang lagi nunggu kerjaan itupun sebagai CPNS :) , biar ngirit ceritanya jadilah gw ngeteng waktu itu. He..he. Derasnya hujan waktu itu memang sempat memaksa gw untuk kembali merepotkan temen2 gw lagi. Ya merepotkan karena 2 hari ini gw udah nginep di tempat mereka. Dalam 2 bulan terakhir di tiap minggunya gw memang menjadi seorang Nomaden bakal 2-3 hari. Untung aja temen-temen gw baik-baik (Thanks friends). Baju yang basah dan badan yang kedinginan membuat gw sempet jengkel karena keadaan itu meski dalam hati Anjrit!!!. Yah..namanya juga manusia. Kadang kita punya ego yang tinggi terhadap Sang penciptanya. Dikasih panas, minta hujan. Begitu pula sebaliknya.Suatu keadaan dimana manusia tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.
"Bang mpek-mpeknya" gw akhirnya memesan mpek-mpek sambil berteduh dan menghangatkan badan.
"Hujan disini memang kayak gini de. Datang tiba-tiba. Udah gitu gedenya minta ampun dahh.."tiba-tiba si tukang mpek-mpek itu ngomong. Pikir gw wah satu lagi manusia yang kurang bersyukur. Selamat bergabung. He..he.Gw cuma tersenyum mendengar si bang empek-empek itu. Sambil menunggu makanan panas kesukaan gw itu, gw biarkan mata ini berjalan-jalan melihat keadaan sekitar. Gw lihat orang-orang berlarian kesana kemari mencari tempat berteduh. gw diem. pikiran ini berbicara. Mereka berlarian kesana kemari menghindari hujan ini. Seakan mereka takut. Keadaan yang bukan sesuai harapan mereka. Tapi di lain daerah, di belahan dunia lain atau mungkin di lain dimensi, dengan hujan yang sedang turun ini ada manusia yang bisa menghidupi keluarganya karena masa panen akan segera datang, ada manusia yang bersyujud syukur setelah dilanda kemarau panjang. karena hujan ini adalah harapan mereka.
Memang antara harapan dan yang tidak diharapkan itu berbeda tipis sekali. Dan yang membedakan itu adalah takdir. Harapan hanyalah tinggal harapan jika satu kata itu telah berbicara. Juga terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak kita harapkan sama sekali malah datang kedalam hidup kita jika satu kata itu telah berkehendak. Manusia hanya bisa berkehendak toh Tuhan yang menentukan segalanya. Yang perlu kita lakukan hanyalah berikhtiar, berdoa n bersyukur. ya nggak…?kalo kata Bon Jovi tuh kita mesti Keep The Faith gitu lho…..
Mpek-mpek itupun datang. Mulailah gw lahap makanan itu. Sambil melahapnya, mata gw kembali berkeliling. Dan saat pandangan mata ini bergerak ke sisi kiri, gw melihat seorang wanita sedang makan cakwe (bener nggak nulisnya?) bersama temannya. Dia duduk di samping kiri gw dengan posisi menghadap ke gw. Jarak kami kira-kira 2 meter. Tadinya gw cuma ngeliat dia sepintas. Tapi saat mata ini menatap matanya………….gw langsung menahan napas untuk sejenak. Mata ini menangkap sepasang mata yang indah, pandangan yang lembut, mungkin yang bisa mengimbanginya hanyalah saat kita melihat matahari bersinar di pagi hari di puncak pegunungan. Indah sekali. Dan saat pandangan matanya menuju ke arah gw….semakin indahlah hidup gw saat itu. Ditambah dengan senyum kecilnya yang nakal saat itu semakin mengguncangkan hati ini. Walau senyum itu diarahkannya sambil melihat temannya, tapi gw yakin (maksudnya berharap :) ) senyum itu ditujukannya untuk gw. Setelah mata ini melihat keindahan matanya mulailah dia berpetualang ke sekitarnya. mulai dari wajah, hidung, bibir. ohh… Ini mungkin tipe wanita yang sering dikatakan orang-orang, wajah yang tidak cantik tapi nggak ngebosenin batin gw. Buat gw sendiri, ada satu lagi tambahan. Gw ga bakal bosan buat ngeliatnya. Kemudian naluri lelaki gw beraksi. gw liat ke bawah, bawah dan……..seettt!mata ini seakan ada yang mendorong untuk kembali melihat ke atas. Melihat matanya, melihat keindahan yang ditimbulkannya, kelembutan yang diberikannya. Benar-benar mata idaman. Mungkin tuhan telah membantu gw dalam hal ini pikir gw. disanalah seharusnya engkau melihatnya sebagai wanita. di mata itu. Karena mata dan pandangannya waktu itu, hari gw jadi berubah. Menjadi indah sekali. Memang sebelum saat itu tiba, sabtu itu memang hari yang buruk buat gw. Tadinya gw dan temen-temen eks kuliah gw mau ke tempat temen di Cisarua, mumpung lagi libur panjang. Tapi acara itu batal karena yang datang cuman berdua, gw dan temen gw yang memang dateng barengan. Padahal mereka udah dikasih tau temen gw 3 hari sebelumnya. Tapi mungkin karena kesibukan masing-masing tidak ada satupun yang nyempetin buat datang. Jengkel juga sih tapi mau gimana lagi………..gw cuman bisa menyesal waktu itu. Menyesal karena gw ga bisa ketemu ma temen2 gw.
Kurang lebih jam 3 sore,
Setelah sempat beberapa kali kami saling berpandangan, akhirnya dia dan temannya memutuskan untuk pergi seiring dengan tetesan-tetesan air hujan terakhir di persimpangan itu. Bego banget !!batin gw. Kalau saja hati ini memberanikan diri buat ngobrol ama dia….yah kalau saja. Memang saat gw ngelihat keindahan seperti itu, insting ini sering berespon lambat. gw juga nggak tau kenapa.
"Eh, bentar….bentar dulu" itulah kalimat terakhir yang keluar dari suaranya yang lembut saat itu. Sesuatu seakan menahannya untuk tetap duduk disana. Last words yang membuat gw sangat senang waktu itu. Gw yakin (eh maksudnya berharap lagi….) yang menahan dia adalah karena tatapan mata ini karena saat dia mau beranjak dari tempat duduknya, mata ini sedang memuaskan diri menatap ke arah matanya yang memang terakhir kalinya bisa dinikmati. Akhirnya dia beranjak pergi karena temennya sudah cukup jauh meninggalkan dia dibelakang. Perlahan-lahan bayangannya menjauhiku, saat yang tersulit sekaligus terindah waktu itu.

Everything I do, it just comes undone
And everything is torn apart
Oh, and that’s the hardest part
That’s the hardest part
(The Hardest Part, Coldplay)

Gw pun beranjak dari tempat yang menyisakan memori indah itu. Langsung gw teringat lagunya Sigur Ros, Glosoli.

Go on a journey
And roam the streets
Can’t see the way out
And so use the stars
She sits for eternity
And then climbs out

She’s the glowing sun
So come out

I awake from a nightmare
My heart is beating
Out of control…

I’ve become so used to this craziness
That it’s now compulsory

And here you are…

I’m feeling…

And here you are,
Glowing sun…

Mata itu, keindahan sinarnya, kelembutan pandangannya telah melahirkan harapan buat diri ini. Harapan kecilnya, mungkin bertemu lagi dengannya. Memulai hubungan dengan baik, dan…dan….Tapi yang lebih penting adalah setelah melihat mata itu, harapan besar langsung menumpuk di hati ini. Harapan bahwa gw bisa mendapat seseorang yang memiliki pandangan seperti itu. Lembut, indah, menenangkan hati, menyemangati diri. Bukan hanya pandangan mata saja seperti yang gw alami kala itu, juga pandangannya terhadap berbagai hal sehingga kita selalu nyaman bersamanya. Sungguh indah hidup ini jika kita memiliki seseorang seperti itu.

Mora Vibra, jika kau sudah menemukan dia, kau akan berjuang untuknya, mengorbankan apapun untuknya, kau tempatkan dia diatas segala kehidupanmu walau dengan berbagai resiko yang akan kau hadapi. Tapi itu tidak akan berarti apa-apa. Yang penting…..Jus itu telah berhasil kau peras.
(Emile Hirtsh, The Girl Next Door)

Harapan memang tidak mudah untuk diraih. Hanya dengan kerja keras dan doa semua harapan bisa terwujud. Dan buat gw kejadian yang telah melahirkan harapan di hati itu telah membuat gw ingin berubah memperbaiki hidup. Berjuang untuk harapan gw itu. Berjuang kembali menemukan sinar mata itu dan kali ini…memilikinya. Amin.

Walau pada akhirnya takdir yang menentukan, manusia hendaklah jangan berhenti berharap……